Tampilkan postingan dengan label Wisata Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Religi. Tampilkan semua postingan

Pura Puncak Penulisan – Wisata Kintamani, Bangli


Apakah Anda mencari obyek wisata Pura Puncak Penulisan yang berada di Pulau Bali ? Di halaman ini khusus menyajikan gosip yang detail obyek wisata yang Anda cari ketika ini. Pura ini berada diatas bukit diketinggian 1.745 meter diatas permukaan bahari ( dpl ). Pura Puncak Penulisan juga mempunyai nama lain yakni “Pura Tegeh Ata Pura Pamojan”.

Pura ini yakni kawasan pemujaan terhadap Dewa Siwa yang mana didalamnya banyak terdapat benda-benda peninggalan dimasa Megalitikum hingga dengan masuknya peradaban Hindu ke Bali. Pura Puncak Penulisan mempunyai nilai historis dan beberapa keunikan khas sehingga banyak wisatawan yang ingin tau dan tak sedikit pula yang berkunjung.

Pura ini mempunyai 2 konsep bentuk bangunan diantaranya yakni diambil dari masa pra-sejarah yang masih terllihat terperinci dari struktur bangunan yang bertingkat. Sementara konsep yang kedua tingkatan bangunannya mencapai 7 tingkatan yang mana pada tingkat pertama dan kedua dihubungkan dengan anak tangga.

Di tingkat ke-3 ada banguanan yang berjulukan Pura Dana dan Pura Taman Dana, tingkat ke-4 Anda sanggup melihat Pura Ratu Panyarikan, ketika ditingkat ke-6 akan didapati Pura Ratu Dahatua, dan pada tingkat terakhir yang tak lain yakni tingkat ke-7 terdapat pelinggih yang merupakan kawasan pemujaan Pengaruman, Piyasan serta Gedong dan juga berfungsi sebagai kawasan menyimpan benda-benda kuno.

Dari gosip yang didapatkan dari beberapa sumber, ihwal pembuatan Pura Puncak Penulisan belum begitu jelas. Tetapi hasil penelitian dari beberapa peninggalan berupa barang-barang kuno, pembangunan Pura Puncak Penulisan diperkirakan dimulai pada tahun 300 Masehi atau “Jaman Perunggu”. Kemudian pembangunannya dilanjutkan kembali di periode ke-10 hingga pada jaman kekuasaan Majapahit pada tahun 1343 M.

NB : bila Anda sedang mencari ihwal gosip Pura Puncak Penulisan jangan galau ya Guys, alasannya yakni pura ini mempunyai banyak nama yang diantaranya yakni Pura Tegeh Kahuripan dan juga Pura Tegeh Ata Pura Pamojan. Kaprikornus ketika Anda lagi browsing dan menemukan salah satu dari nama pura tersebut, inti yang dibahas tetaplah sama.

Dari penulis mengucapkan selamat berlibur !!! supaya artikel ini setidaknya sanggup memberi sedikit gosip dan akomodasi dalam acara berliburmu.

Alamat :

Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia.


Baca juga :

Obyek Wisata Seru Di Badung – Mempesonanya Wisata Bali






Read more

Pura Langgar – Pura Berarsitektur Unik


Selamat membaca sahabat blogger yang baik hati !!!

Anda mencari tempat wisata yang unik sekaligus menarik di Bali, dihalaman ini sangat pas dengan yang anda cari. Oh iya Guys, penduduk Pulau Bali masyoritas besar beragama hindu, meskipun begitu kerukunan serta kedamaian antar agama lain berjalan dengan baik. Pastinya dari sebagian besar pembaca udah tak absurd dengan bangunan pura di daerah ini.

Untuk pembahaasan kali ini menyerupai yang sudah di sebutkan di atas ( judul ) yakni membahas tempat wisata Pura langgar. Tunggu dulu Pura Langgar ? memang pura ini berjulukan langgar. Nah, bila ada orang jawa niscaya sudah tak absurd dengan kata “Langgar”. Langgar dalam pengertian bahasa jawa ialah tempat ibadah agama islam yaitu “musholla”.

Keunikan nama serta arsitek pura tersebut sebagaimana persis tempat ibadah agama islam ( musholla ), alasannya ialah kemiripan tersebut maka pura ini dinamai dengan Pura Langgar atau Pura Dalem Jawa Penataran Agung. Selain itu, pura ini juga mempunyai sejarah yang mana masih sangat bersahabat dengan kebudayaan Islam yang masuk ke Bali.

Keindahan dan pesona Pura Langgar ini terletak diatas bak yang dihiasi dengan bunga teratai nan elok. Funngsi daripada Pura Langgar masih sama dengan akal-akalan lainnya di bali yakni sebagai tempat pemujaan. Untuk pemujaannya sendiri memakai binatang untuk sesajen yang memakai daging ayam dan itik bukan daging babi pada umumnya.

Uniknya lagi, dalam proses melakukan pemotongan binatang kurban jugaa menyerupai pada Hari Raya Idul Adha. Hanya saja pelaksanaannya dilakukan sehari sebelum Hari Raya Nyepi atau biasanya jatuh di bulan Februari. Meskipun Pura Langgar menjadi tempat pemujaan umat Hindu, tak mencegah wisatan yang tiba dan ingin mengagumi keunikan yang dimiliknya hlo Guys.

Dari banyaknya isu yang didapatkan, bahwa berdirinya Pura Langgar alasannya ialah adanya keterkaitan sejarah antara Kerajaan Bunutin dengan Kerajaan Blambangan di Banyuwangi, Jawa Timur. Pada ketika itu Raja Bunutin Ida I Dewa Mas Blambangan masih merupakan keturunan Raja Blambangan yang jatuh sakit sesudah dinobatkan menjadi raja.

Keunikannya semakin menjadi alasannya ialah Pura laga dilengkapi dengan banyak sekali fasiitas menyerupai halnya tempat ibadah agama islam, mulai dari tempat wudhu, tempat sholat bagi umat Islam, toilet dan tak ketinggalan  area parkir.

Alamat Pura Langgar atau sering kali disebut Pura Dalem Jawa Penataran Agung ini berada dikawasan Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia. Pura Langgar merupakan satu-satunya pura di Pura Bali yang berarsitektur persis malahan sangat menyerupai sekali dengan bangunan langgar/ musholla yang mana tempat ibadahnya agama islam pada umumnya.

Keunikan tempat wisata dikawasan Kabupaten Bangli masih banyak lagi yang seru untuk dieksplor hlo Guys, Yuk baca juga :



Read more

Inilah Daftar Lengakap Obyek Wisata Di Kabupaten Bangli – Yuk Lihat Informasinya


Agar tidak kelamaan menunggu alangkah baiknya pribadi membahas inti dari pembahasannya ya Sob. Seperti kebanyakan pembaca tahu bahawa Kabupaten Bangli merupakan salah satu kabupaten yang berada dikawasan di Provinsi Bali, Indonesia. Kabupaten ini yakni satu-satunya kabupaten di Bali yang tidak mempunyai garis pantai yakni wilayahnya terkurung oleh daratan.

Oh iya, kabupaten Bangli ini berbatasan dengan Kabupaten Buleleng ( sebelah utara ), Kabupaten Klungkung dan Karangasem ( sebelah timur ), Kabupaten Klungkung ( sebelah  selatan ) serta Kabupaten Badung dan kabupaten Gianyar di sebelah baratnya. Wlaupun Kabupaten Bangli tidak mempunyai objek wisata pantai, namun objek wisata dikawasannya tak kalah menariknya kalau di bandingakan dengan daerah di sekitarnya.

Dihalaman ini akan membahas mengenai daftar lengkap obyek wisata di Kabupaten Bangli yang dapat menjadi tujuan liburanmu saat di Bali. Didaerah ini menyajikan beraneka wisata alam dengan suasana sejuk khas pegunungan. Hal ini disebabkan lantaran Kabupaten Bangli didominasi dengan daratan tinggi yang ada di Pulau Bali.

Dibawah ini yakni daftar lengkap obyek wisata di Kabupaten Bangli yang dapat pembaca pilih untuk kegiatan liburan saat berada di Bali dan tepatnya berada di daerah kabupaten Bangli, yuk baca detailnya dengan mengKLIK judulnya !!!
Daftar obyek wisata diatas supaya dapat menginspirasi anda untuk memilih tempat wisata yang akan menjadi lokasi liburanmu. Dari penulis mengucapkan selamat berlibur dan supaya artikel ini dapat bermanfaat.

Oh iya, dibawah ini masih banyak lagi yang dapat dijadikan liburan asyik di Bali :

Read more

Brahma Wihara Arama Buleleng – Tempat Ibadah Umat Buddha Terbesar di Bali


Yuk Guys eksplor obyek wisata di Pulau Bali yag penuh dengan keseruan, menarik dan yang unik-unik tentunya. Seperti halnya Brahma Wihara Arama yang merupakan sebuah wihara terindah juga termegah di Bali. Walaupun masyarakat Bali dominan beragama Hindu, namau obyek wisata kali ini yaitu tempat ibadah umat Buddha terbesar di Puau Bali.

Selain dipakai sebagai tempat ibadah, bangunan ini juga dipakai sebgai tempat tempat untuk bermeditasi. Kindahan lainnya yang di miliki Brahma Wihara Arama ini berlokasi di daerah perbukitan. Jadi, ketika anda berkunjung dan menghadap lurus ke arah utara, maka pemandangan nan mempesona yang akan dilihat berupa pemandangan maritim Bali Utara yang didominasi pemandangan perkebunan dan persawahan nan eksotik dari ketinggian.

Dengan suasana yang cenderung sepi, hening disertai dengan pemandangan pribadi ke Pantai Lovina yang menawan juga, menciptakan daerah tempat ibadah umat Buddha ini cocok dipakai sebagai tempat meditasi yang tepat bagi mereka. Bangunannya yang berarsitektur artistik unik merupakan alasan dari  kebayakan wisatawan untuk berkunjung.

Bangunan nan megah ini dibangun pada tahun 1969 yang mana berdiri kokoh di atas lahan seluas kurang lebihnya sekitar 4 hektar dan simpulan tepat satu tahun setelahnya yakni tahun 1970. Namun pada tahun 1973, Brahma Wihara Arama gres diresmikan oleh pemerintah setempat sebagai vihara Buddha utama.

Sebelum adanya bangunan Brahma Wihara Arama, di erat daerah tempat wisata Pemandian Air Panas Banjar juga sudah ada wihara. Tetapi ketika itu pengikutnya atau upcaka masih sangat terbatas, sehingga Brahma Wihara Arama dikalim sebagai tempat yang lebih layak untuk melaksanakan kegiatan peribadatan umat Buddha.

Oh iya kata Brahma Wihara Arama ini terdiri dari tiga kata yang mempunyai makna atau arti dari masing-masingnya ialah mulia / terpuji, cara hidup dan tempat. Nah kalau semua makna tersebut digabungkan, maka sanggup disimpulkan bahwa Brahma Wihara Arama merupakan sebuah tempat untuk melatih diri, berperilaku luhur dan kalau berdasarkan aliran agama Buddha terdiri dari Metta, Karuna, Mudita dan Upekkha.

Guys sebelum berwisata di Brahma Wihara Arama alangkah baiknya lebih dulu mengetahui bahwa bangunan ini terdiri dari 5 komplek secara garis besar, yakni :

·         Uposatha Gara

Bangunan yang disebut-sebut sebagai Uposatha Gara tersebut berlokasi di puncak yang mana disebelah Barat. Uposatha Gara merupakan sebuah ruangan yang sanggup dibilanag nyaman dan hening yang mana dindingnya dihiasi dengan pahatan relief-relief kelahiran Sang Buddha.

Selain itu juga di tengah-tengah ruanagan terdapat patung Sang Buddha, dalam bentunya patung tersebut dalam keadaan mencapai Nirwana ( Samma Sang Buddha ). Ruangan ini difungsikan sebagai tempat penobatan ( penasbihan ) bagi para calon bhiku untuk mengucapkan sumpah dan janji. Penobatan tersebut merupakan tahap awal untuk mengikuti latihan tahap berikutnya.

·         Dharmasala

Letak dari bangunan ini berada di bab timur yang merupakan tempat untuk penataran atau pembelajaran bagi para bhiku. Mereka membahas serta mempelajari aliran suci serta melaksanakan kebaktian, dan kegiatani semacam khotbah. Intinya tempat ini dipakai sebagai tempat rutinitas kegiatan kebaktian dan juga sebagai tempat melaksanakan aneka macam kegiatan spiritual.

·         Stupa

Bangunan ini terletak di sudut barat maritim wihara yang mana fisik dari bangunannya berbentuk menyerupai lonceng raksasa. Banguanan Stupa ini seluruh sisinya terbuat dari beton yang dihiasi dengan aneka macam relief yang sayang dilewatkan keindahannya. Usut punya usut, bahwa di dalam Stupa ini tersimpan benda-benda suci milik Sang Buddha yang berupa “Relik” yakni sebuah benda yang berkilauan serta tahan api.

·         Pohon Bodi

Dinamakan Pohon Bodi alasannya yaitu bangunan ini terdapat pohon besar yang terletak di sudut barat daya vihara. Di sekitar pohon tersebut dihisi dengn relief-relief yang indah, unik dn menarik untuk dilihat. Pohon Bodi  merupakan sebuah tempat yang melambangkan kemenangan Sang Buddha disaat mencapai kesempurnaan yang infinit ( Samma Sang Buddha ).

Di mana pada bangunan yang disebut Pohon Bodi ini, sebagian besar dari pengunjungnya ( agam Buddha ) melaksanakan meditasi terutama pada hari raya Waisak atau Asada.

·         Kuti

Merupakan sebuah bangunan yang digunkan sebagai tempat tinggal para bhiku dan siswa yang mencar ilmu aliran agama Buddha. Selain itu tempat ini tak jarang dipakai sebagai tempat latihan para bhiku.

Selain dari ke-5 komplek tersebut, di komplek Brahma Wihara Arama juga terdapat beberapa patung Buddha yang mempercantik suasana di setiap sudut taman maupun ruangan. Di antara banyaknya patung Buddh tersebut, ada dua buah patung Buddha yaitu patung Parinirwana dan patung Buddha yang sangat menarik.

Kedua patung tersebut terbuat dari perunggu yang dilapisi emas, patung Parinirwana dan patung Buddha merupakan pinjaman dari Thailand dan Sri Lanka pada tahun 1977. Patung Parinirwana mencerminkan Sang Buddha ketika melaksanakan ritual meditasi dengan mengosongkan raganya. Sementara patung Buddha menceritakan Sang Buddha sedang mencapai kesempurnaan yang abadi.

Unik lagi, pada ketika anda akan memasuki komplek Brahma Wihara Arama serasa menyerupai memasuki sebuah pura. Setiap halaman dikawsannya dihubungkan oleh beberapa anak tangga yang berisi penuh dengan prinsip-prinsip aliran agama Buddha. Saat hingga di tingkatan tertinggi, akan didapati sebuah lapangan luas dengan halaman indah dihiasi rerumputan dan pohon serta ujungnya terdapat sebuah bangunan stupa menyerupai candi Borobudur dengan skala lebih mini.

Di bab areal bangunan stupa terdapat juga sebuah ruangan yang berisi 4 patung Buddha berwarna emas yang menghadap ke 4 penjuru mata angin. Lokasi ini merupakan meditasi yang mana pada hari besar agama Buddha akan didapati orang-orang memenuhi lapangan untuk melaksanakan persebahyangan.

Ramainya pengunjung tak hanya pada perayaan-perayaan khusus saja, alasannya yaitu tempat ini rutin diadakan kegiatan meditasi yang pesertanya tak hanya penganut aliran agama Buddha saja hlo Guys. Asalkan semua pembaca rahu bahwa Brahma Wihara Arama sering dikunjungi dari kelompok-kelompok pecinta meditasi baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara. 

Brahma Wihara Arama atau dikenal dengan Vihara Buddha Banjar berada Di desa Banjar Tegeha, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia.

Selain obyek wisata Brahma Wihara Arama, masih banyak lagi kok Guys tempat wisata di Kabupaten Buleleng yang menarik lainnya, Yuk baca selengkapnya :

Danau Tamblingan, Buleleng - Wisata Alam Nan Alami



Read more

Pura Beji, Penuh Seni Ukiran – Ngetrip di Buleleng


Saat merencanakan liburan ke Bali, memang aneka macam obyek wisata seru yang ditawarkannya. Saking banyaknnya, bahkan dari pembaca ada yang resah untuk memilih tempat wisata di tempat yang terkenal hingga ke mancanegara ini. Untuk mensiasati semua itu di kabupaten Buleleng ada tenpat wisata yang layak dikunjungi yaitu Pura Beji.

Pura Beji yaitu salah satu pura atau tempat peribadatan yang terkenal di Pulau Bali, tepatnya di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Indonesia. Pura ini mempunyai bentuk lebih simetris dan sangat kental dengan imbas Tiongkok, oleh lantaran itulah obyek wisata ini cukup terkenal di mata wisatawan domestik maupun asing.

Dari banyaknya dongeng yang dihimpun bahwa Pura Beji merupakan sebuah pura yang tak pernah sepi dari kunjungan para wistawan yang tiba ke Kabupaten Buleleng. Jika diamati dari segi arsitektur banguanannya dapat dikategorikan banguanan yang sederhana. Meskipun dari segi fisiknya begitu, banyak juga hlo yang mengakui keunikan dan juga ciri khas hanya ditemui di Pura Beji.

Pura Beji yaitu tempat untuk memuja Dewi Sri ( dewi kesuburan ), menyerupai yang sudah diatas tadi bahwa pura ini mempunyai ciri khas tersendiri yang berupa seni ukiran. Bisa dikatakan hampir dari adegan bangunannya tak ada yang lolos dari gesekan dengan seni gesekan khas Kabupaten Buleleng. Ukiran yang terlihat unik dan sangat menarik itu terbuat dari watu pasir merah muda yang halus.

Disetiap dindingnya dihiasi dengan patung setan dan ular serta sebuah pohon Kamboja renta yang berada di pekarangannya. Oh iya, dari beberapa seni ukirannya juga ada yang dibentuk oleh musisi Belanda yang juga tak kalah menawan, menarik dan mempesona untuk kalian lihat.

Daerah yang mana masih didalam lungkupan Pura Beji terkenal sebagai lingkungan pura Subak untuk Desa Sangsit. Sebutan tersebut diberikan lantaran hampir seluruh adegan lingkungan Pura dihiasi gesekan style Buleleng yang berbentuk tumbuh-tumbuhan merambat serta motif bunga yang mencirikan khas Bali Utara.

Di pintu gerbang Pura Beji juga dihiasi dengan dua ekor naga yang disimbolkan sebagai penjaga pura. Dari semua klarifikasi yang sudah disebutkan diatas bahwa daya tarik dari Pura Beji yang berada di Desa Sangsit ini tak lain yaitu gesekan yang memenuhi hampir semua adegan pura. Untuk mencirikhaskan  berbeda gesekan ini dicat warna-warni, sehingga tampak lebih unik dan tentunya menarik perhatian.

Segala keunikan yang dimiliki bangunan ini, maka tak jarang para pengunjungnya menimbulkan sebagai tempat pengambilan sesi foto pre wedding. Bagaimana anda berminat foto pre wedding disini ? Ayo buruan mengunjunginya. Khusus dari penulis mengucapkan " Selamat Liburan & Semoga Artikel Ini Bermanfaat".

Guys, ketika anda berlibur di Kawasan Kabupaten Buleleng jangan hingga lupa mampir ke Pura Beji ini ya !!!. Untuk wisata lainnya, anda dapat melanjutkan acara wisatamu ke bawah ini :


Tugu Singa Ambaran Raja Buleleng – Cocok Untuk Berselfie




Read more

Pura Dalem Jagaraga di Singaraja


Saat berada di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali serasa kurang afdhol kalau tak mengunjungi Pura Jagaraga. Jika membahas bangunan pura, memang didaerah inilah sentra dari bangunan tersebut ya Guys. Dan tentunya dari setiap pura yang berdiri kokoh disini tak lepas dengan keunggulan-keunggulannya entah dari sejarah, bangunan, hiasan dan lain sebagainya.

Obyek wisata kali ini mempunyai keunikan tersendiri, terlihat terang pada arsitektur bangunan yang sanggup dibilang ornametik serta banyaknya hiasan yang cukup unik dan otentik. Selain itu mempunyai nilai-nilai historis wacana usaha rakyat Buleleng ketika melawan penjajahan. Oh iya, Pura Dalem Jagaraga masih dikategorikan sebagai salah satu dari Pura Kahyangan Tiga Jagaraga yang pada umumnya mempunyai ciri-ciri ibarat halnya Pura Dalem lainnya di Bali.

Sebagai pola Pura Dalem di Bali biasanya berciri khas berlokasi didekat kuburan, disekelilingnya berhiaskan patung dengan wajah menakutkan dan mengerikan ibarat halnya patung Betara Durga. Adapun keunikan lainnya yang mencolok, diantaranya tembok paling depan di bab luar lingkungan pura terdapat pahatan relief yang menceritakan pertempuran pesawat terbang kuno, perampokan bersenjata, perahu, dan relif orang meminum bir.

Guys hanpir saja penulis lupa, bahwa di Pura Jagaraga juga ada patung Men Branyut yang merupakan dongeng rakyat yang cukup populer. Cerita tersebut menggambarkan satu keluarga yang mempunyai aneka macam anak dan dalam kisahnya wacana suka sedih orang bau tanah dalam penuh kelucuan.
Bagi anda yng ingin mencicipi sensasi wisata unik, alangkah baiknya mengunjungi Pura Jagaraga ini yang berlokasi di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia.

Asalkan pembaca tahu, bahwa obyek wisata ini cukup fenomenal dan tak sedikit wisatawan yang tiba ke Bali untuk mengunjunginya. Lokasinya berjarak kurang lebihnya sekitar 12 km dari sentra Kota Singaraja yakni di jalur Jalan Singaraja – Kecamatan Sawan.


Masih mencari obyek wisata menarik di Kabupaten Buleleng ? Di bawah ini yaitu beberapa obyek wisata yang tak kalah seru dan menarik hlo, yuk baca selengkapnya :

Pura Beji, Penuh Seni Ukiran – Ngetrip di Buleleng

Read more

Pura Meduwe Karang Buleleng – Wisata Bali Utara


Masih membahas banguanan pura di Kabupaten Buleleng, Bali. Tak terlalau mengherankan jikalau mitra pariwisata ini banyak di jumpai pura dengan keunika-keunikan yang berdesa di setiap bangunannya. Yuk lihat apa saja yang dimiliki Pura Meduwe Karang dan mengulas segala ketertarikan wisatawan untuk mengunjunginya.

Kata Meduwe Karang yakni bahasa bali yang berarti “memiliki lahan”, hal ini sanggup dimurotkan bahwa Pura Meduwe Karang yakni Pura yang mempunyai lahan yang mana tempat untuk berdoa meminta kesuburan pada tanaman. Yak, lokasi tempat wisata ini berada dii Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan yang  mana daerah ini masih banyak didominasi dengan lahan yang sanggup disebut juga tegalan.

Mayoritas masyarakat setempat menanami lahannya dengan tumbuhan ubi kayu, jagung, kopi, kelapa maupun jeruk. Alhasil tak sedikit para masyarakat yang mengakibatkan Pura Meduwe Karang sebagai tempat memohon doa biar tanamannya tumbuh dengan subur. Dalam sejarahnya, pura ini di berdiri pada periode ke 19 Masehi atau tahun 1890 oleh para migrasi lokal dari Desa Bulian ( Desa Bali Kuno ) yang bermigrasi ke Desa Kubutambahan.

Kawasan daerah sekitar Pura Meduwe Karang merupakan salah satu lingkungan Pura di Bali yang sudah dikenal oleh wisatawan mancanegara sebelum terjadinya Perang Dunia Kedua . pada waktu itu, mereka tiba ke Bali melalui jaut bahari dan berlabuh di EX Pelabuhan Buleleng. Sembari menunggu angkutan umum, para wisatawan memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke Pura Beji di Desa Sangsit ataupun Pura Meduwe Karang di Desa Kubutambahan.

Tata letak dan arsitektur Kata Meduwe Karang ini sangat khas dengan seni masyarakat Bali Utara ( Kabupaten Buleleng ). Gugusan tangga , areal cukup luas, ornamen-ornamen dan juga deretan patung-patungnya jarang ditemukan kesamaan pada akal-akalan lain selain di Buleleng.

Bangunan Kata Meduwe Karang terbagi menjadi tiga tingkat diantaranya yakni Jaba Pura di luar lingkungan pura ( Jabaan ), Jaba Tengah , dan Jeroan ( adegan yang paling disucikan ). Dua buah tangga berbahan kerikil dengan konstur menanjak menuju Jaba Pura, yang mana sempurna di adegan depannya dihiasi dengan patung-patung kerikil padas yang berjumlah 34 ( tokoh-tokoh dongeng Ramayana ).

Patung yang berdiri di tengah-tengah memperlihatkan Kumbakarna yang sedang berkelah ddengan kera-kera laskar Sang Sugriwa. Daya tarik lainnya terletak pada pahatan Durga dalam manifestasinya sebagai Rangda, dalam posisi duduk dengan kedua lututnya terbuka lebar yang mana alat kelaminnya terang terlihat.

Tangan kanannya diletakkan di atas kepala seorang anak kecil yang berdiri di sebelah lututnya, kaki kanannya diletakkan di atas hewan bertanduk dalam posisi berbaring. Pada adegan lain dari dinding lingkungan pura ini terdapat pahatan seorang penunggang kuda terbang dan pahatan Astimuka. Tokoh ini dilukiskan persis dengan Sang Hyang Gana atau Ganesha yaitu yang kuasa bermuka gajah.

Jika pembaca memandanag Kata Meduwe Karang dari kejauhan, maka susunan kerikil padas dari dasar hingga puncak padmasana terlihat menyerupai halnya susunan bangunan pyramida. Keunikannya tak hanya itu saja hlo Guys, pada dindning sebelah utara Kata Meduwe Karang sanggup dilihat gesekan setinggi 1 meter yang menggambarkan perihal seorang pegawai Pemerintah Belanda sedang mengendarai sepeda.

Usut punya usut informasi yang di dapatkan dari masyarakat setempat bahwasannya gesekan tersebut ialah hasil reproduksi dari gesekan yang dibentuk pada tahun 1904 yang pernah hancur dikala terjadinya gempa bumi, Dari sejarahnya bahwa pengendara sepeda itu yakni W.O.J. Nieuwenkamp ( pelukis Belanda yang populer ) yang berkeliling Bali dengan mengendarai sepeda di tahun 1900-an. Kemudian Ia melukis tempat-tempat yang sempat dikunjunginya.

Dalam perbaikannya bentuk dari roda sepeda tersebut diubah menjadi roda berbentuk bunga teratai, Nieuwenkamp diubah mengenakan kamen atau kain dan ditambahkan dengan pattern flora serta bunga-bunga sebagai latar belakangnya. Di antara roda sepeda diberi gambar anjing dan tikus , kumis tebal Nieuwenkamp sudah tidak ada lagi .

Untuk menuju ke Pura Meduwe Karang tentunya sangat gampang sekali yakni berada di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten buleleng, provisi bali, Indonesia. Dari sentra kota singaraja berjarak sekitar 12 kilometer atau tidak hingga 1 kilometer dari pertigaan Singaraja, Kubutambahan, Kintamani.

Perburuan tempat wisatamu ketika berada di kabupaten Buleleng tak hanya di Pura Meduwe Karang saja hlo Guys, dibawah ini yakni obyek wisata terdekat yang sanggup anda jadikan agenda wisata selanjutnya :

>>>Pura Dalem Jagaraga di Singaraja




Read more