Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Wisata Desa Panglipuran, Bangli – Tempat Piknik Menarik


Guys, tentunya Kamu semua sudah tahu bahwa Pulau Bali yaitu tempat wisata andalan yang identik dengan keindahan alamnya yang masih alami dan asri. Sebagai misalnya Kabupaten bangli ini mempunyai tempat wisata yang patut Anda kunjungi hlo. Desa Panglipuran yaitu tempat wisata yang cukup populer oleh wisatawan mancanegara.

Namun sejak tempat wisata Desa Panglipuran pernah diliput disalah satu stasiun TV Indonesia, yang mana dipakai sebagai lokasi shooting FTV atau film televisi. Minat dari wisatawan domestik untuk mengunjungi tempat wisata ini semakin tinggi. Bahkan banyak dari mereka yang cenderung ingin berlama-lama supaya bisa menikmati sajian pariwisata menyenangkan didalamnya.

Sebelum mengunjungi sebuah objek wisata manapun, terlebih dulu niscaya ingin tahu hal apa saja yang menarik untuk dieksplor ya Sob. Kawasan di Desa Panglipuran masih memperlihatkan suasana Bali asli, yang masih berada dicakupan Kabupaten Bangli. Asalakan pembaca tahu, bahwa Desa Panglipuran merupakan teladan pertama sebagai desa wisata di Indonesia pada tahun 1995.

Pertama-tama pada ketika memasuki daerah Desa Panglipuran, akan disuguhi dengan suasana sejuk dan udara segar. Hal ini disebabkan lantaran Desa Panglipuran berada diketinggian 700 meter diatas permukaan air laut. Selain itu, kesegaran udaranya dikarenakan dilarangnya memakai alat apapun yang menjadikan polusi, menyerupai kendaraan bermotor sekalipun.

Desa Panglipuran mempunyai luas keseluruhan sekitar 112 Hektar, sekitar pintu gerbang masuk desa terdapat area yang berjulukan “catus pata”, yaitu area yang terdiri dari balai desa, akomodasi masyarakat, dan ruang terbuka hijau ( taman ). Di sekitaran jalan utama Desa Panglipuran, tidak ada sampah yang berantakan meskipun banyak pepohonan yang tumbuh subur disekitaran jalan.

Bagi Travelers yang pertama kali berlibur ke Desa Panglipuran, janagan terkejut ketika melihat bentuk dari tiap-tiap rumah penduduk hampir sama. Kemiripannya terperinci terlihat pada pintu gerbang rumah, atap rumah dan dinding rumah yang berbahan bambu. Selain itu lebar pintu rumah tersebut hanya bisa muat untuk satu orang remaja saja,  pintu jenis ini berjulukan angkul-angkul.

Selain bentuk rumah yang sama, pembagian dari masing-masing tata ruang rumah juga sama, menyerupai halnya kamar tidur dan dapur. Cat yang dipakai untuk mewarnai pintu gerbang bukanlah cat yang biasanya kita kenal, melainkan memakai cat berbahan tanah liat. Beberapa hal menarik lainnya yang patut dikagumi ialah kebersihan dan tata ruang yang tertata sangat rapi.

Penduduk Desa Panglipuran selain mempunyai budaya menghormati alam, juga mempunyai budaya dan tradisi untuk menghormati wanita. Ini hlo yang sangat unik dan menarik, ada aturan yang melarang para laki-laki untuk berpoligami. Jika tertangkap tangan melakukannya, maka akan mendapat sangsi yang cukup angker yakni akan dikucilkan dari desa.

Dan serunya lagi Guys, desa ini juga mempunyai tradisi sanksi bagi pencuri, yang mana akan dieksekusi untuk memperlihatkan sesajen berupa lima ekor ayam dengan warna bulu yang berbeda di 4 pura leluhur di daerah Desa Panglipuran. Tentunya cara ini, akan menciptakan semua penduduk desa mengetahui siapa yang mencuri dan memperlihatkan efek jera.

Walaupun penduduk Desa Panglipuran memeluk agama Hindu, mereka tidak mengenal Desa Panglipuran upacara pembakaran jenazah melainkan jenazah akan pribadi dikubur. Penduduk Desa Penglipuran juga mempunyai minuman khas ( cemceman ), dengan rasa menyerupai air tape dan berwarna hijau yang mana dibentuk dari perasan daun cemceman.

Sebaiknya berwisata ke Desa Panglipuran sebum Hari Raya Galungan atau sehabis Hari Raya Galungan. Hari tersebut merupakan hari raya besar agama hindu yang rutin diperingati setiap 6 bulan sekali. Ketika Hari Raya Galungan akan banyak dilihat jejeran penjor didepan rumah yang berupa pohon bambu panjang dengan ujungnya yang dihias.

Pada Hari Raya Galungan akan ada gadis-gadis desa yang berpakaian etika bali dengan membawa banten menuju pura. Penataan fisik dari Desa Panglipuran sudah diwariskan secara turun temurun oleh para leluhur mereka. Kesemua masyarakat di desa ini memegang teguh filsafat Bali ( falsafat Tri Hitakarana ). Falsafat ini mengajarkan untuk selalu mengharmoniskan relasi antara insan dengan sesama, dengan lingkungan dan juga dengan Sang Pencipta.

Alamat :

Jalan Panglipura / Desa Adat Penglipura, Desa Kubu, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia
Karena tidak ada sarana transfortasi umum untuk menuju lokasi wisata ini, alangkah baiknya memakai kendaraan pribadi atau memakai kendaraan sewa.

Harga tiket masuk :

Rp 15.000 / orang remaja ( WNI ).
Rp 10.000 / bawah umur ( WNI ).
Rp 30.000 / orang remaja ( WNA ).
Rp 25.000 / bawah umur ( WNA ).
Rp 5.000 / biaya parkir kendaraan.

Baca juga :





Read more

Pura Ulun Danu Batur – Pura nan Eksotis Di Tengah Danau


Selamat tiba dan selamat membaca Sahabat blogger !!! Anda sedang berlibur di Pulau Bali ? atau akan mengagendakan dan ingin mencari tempat wisata yang menyenangkan ? Pastinya dari kebanyakan pembaca sudah pada tahu akan tempat wisata Danau Batur Kintamani yang sudah terkenal di Kabupaten Bangli.

Oh iya Guys, bila kau mencari “Pura Ulun Danu” di pencarian google dengan mengetikkan kata kunci “Pura Ulun Danu”, maka hasil pencarian akan ada dua tempat yang berbeda. Yang pertama Pura Ulun Danu berlokasi di dekat Danau Beratan Bedugul, Kabupaten Tabanan, dan yang kedua yaitu Pura Ulun Danu yang terletak di daerah Danau Batur Kintamani.

Memang kedua pura di Bali ini mempunyai nama sama dan tempatnya berbeda, namun yang akan Kita bahas dihalaman ini ialah Pura Ulun Danu Batur yang keindahannya didominasi dengan pemandangan danau dan juga Gunung Batur yang eksotik. Pura Ulun Danu Beratan yaitu pura yang letaknya didekat danau Beratan Bedugul, sedangkan Pura Ulun Danu Batur di dekat Danau Batur Kintamani.

Pura Ulun Danu Batur merupakan pura kahyangan jagat dan dimuliakan sebagai stana Bhatara Wisnu yang dalam konsep masyarakat Batur lebih bersahabat dengan sebutan Batari Dewi Danuh. Spiritual pemujaan bertujuan untuk menguatkan umat dalam membangun kemakmuran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sejarah menyampaikan bahwa sebelum letusan Gunung Batur yang terjadi pada tahun 1917, pura ini terletak di kaki Gunung Batur yakni ditepian arah barat daya Danau Batur. Letusan Gunung Batur mempoorandakan sekitar 65.000 rumah dan 2.500 pura serta ribuan kehidupan. Namun ajaibnya masih ada satu buah pelinggih yang tetap berdiri kokoh menjulang keatas sesudah keganasan tragedi tersebut.

Hal inilah yang menciptakan banyak orang mempercayai sebagai membuktikan baik dan melanjutkan untuk tetap bermukim dikawasannya. Kemudian masyarakat bergotong royong untuk menempatkannya di tempat yang lebih tinggi dan memulai membangun kembali Pura Ulun Danu Batur.

Alamat :

Desa Penelokan Utara, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia.

Rute Menuju Ke Pura Ulun Danu Batur :

Jika pembaca dari Pusat Kota Singaraja menuju ke Pura Ulun Danu Batur, pertama-tama akan melewati Jalan Gunung Batur dan Desa Kubutambahan dengan jarak tempuh sekitar 58 kilometer atau setara dengan 1 hingga 1,5 jam perjalanan. Jarak tempuh dari Kota  Denpasar sekitar 65 km yang di mulai dari Bandara Internasional Ngurah Rai menuju ke Gianyar, dengan waktu tempuh 1,5 – 2 jam.

Dan jikalau pembaca dari Pantai Lovina, jarak yang akan ditempuh sekitar 71 Kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan. Karena obyek wisata ini masuk didalam daerah pegunungan, maka terusan jalan menuju ke lokasi berkelok-kelok, banyak tanjakan serta turunan.

Baca juga :






Read more

Hutan Bambu Panglipuran – Yuk Eksplor


Selamat tiba dan selamat membaca sobat-sobatku yang berbahagia, Kenapa saya sebut senang ? Sebab di artikel ini Anda akan mendapat informasi wacana tempat wisata yang akan Kalian telusuri dan tentunya akan mempermudah acara liburanmu. Guys, apa kini Anda berada di Pulau Bali ? Hutan Bambu Panglipuran sangat cocok untuk tempat wisata yang mengasyikkan dan seru hlo.

Yak, disebut Hutan Bambu Panglipuran atau Bambu Forest merupakan tempat wisata berbeda yang patut untuk dieksplor. Bagi pembaca yang ingin mengunjungi wisata selain pantai, gunung, danau atau pura, tak ada salahnya jikalau melaksanakan acara liburanmu ke spot wisata Hutan Bambu Panglipuran yang berlokasi di Kabupaten Bangli.
Seperti namanya Hutan Bambu Panglipuran terletak di Desa Pengelipuran yang mana mempunyai daya tarik berupa hamparan hutan bambu seluar lebih dari 65 hektar. Hutan ini dimiliki oleh Desa Pengelipuran yang juga dijadikani salah satu objek wisata yang menarik. Bagi Anda yang ingin menegtahui banyak sekali jenis bambu, tempat ini sangatlah tepat.


Untuk mengeksplornya para pengunjung dapat melewati jalan setapak beraspal yang sudah disediakan, selain itu ruas jalan tersebut sengaja dibentuk guna mempermudah pada ketika warga setempat memanen bambu. Suasana yang cenderung sunyi dan sepi di tengah hutan, pastinya akan membuat suasana nyaman serta dapat meresapi keindahan alam dikawasan Hutan Bambu Penglipuran.

Hutan Bambu Pangliuran mempunyai nilai ekologis dan hemat yang sangat tinggi bagi masyarakat Desa Panglipuran. Karenanya masyarakat setempat senantiasa menjaga kelestarian dan kealamian Hutan Bambu Panglipuran tersebut. Sehingga mereka sangat menaati peraturan yang mana melestarikan dan membudidayakan Hutan Bambu Panglipuran menjadi tanggungjawab bersama. 

Hal ini lantaran ada suatu dogma yang masih berlaku sampai ketika ini yakni Hutan Bambu Panglipuran ialah titipan nenek moyang dan akan menawarkan banyak sekali kemanfaatan. Bayangkan saja, warga sendiri maupun siapa saja yang berkunjung ke Hutan Bambu Panglipuran ini dihentikan keras menebang pohon bambu sembarangan.

Ketika akan menebangnya saja, orang yang bersangkutan diwajibkan melaksanakan babat pilih pada hari-hari yang telah ditentukan, hal ini mencegah biar tidak terjadi kerusakan pohon bambu. Mayoritas masyarakat Bali yang khususnya beragama Hindu memegang teguh landasan Tri Hitakarana.

Tri Hitakarana ialah landasan yang mengajarkan untuk selalu mengharmoniskan hubungan antara insan dengan sesama, dengan lingkungan dan juga dengan Sang Pencipta. Nah alasannya ialah itulah, setiap warga diwajibkan menaati peraturan, yang dikawatirkan terjadinya penebangan secara ngawur dan juga untuk menjaga kelestarian Hutan Bambu Panglipuran.

Oh iya Guys, pohon-pohon bambu ini akan terlihat sangat menarik terutama ketika ada angin yang menggoyangkan rimbunnya pohonan bambu dan mengeluarkan suara yang klasik. Selesai mengeksplor yakni menikmati keindahan hutan bambu, acara liburanmu dapat dilanjut melihat perkebunan penduduk dan juga acara pembuatan bermacam kerajinan anyaman bambu.

Sajian pariwisata ini tentunya akan menambah pengalaman bagi siapapun yang mengeksplor dan berkunjung ke Hutan Bambu Panglipuran yang masih berada di daerah Wisata Desa Panglipuran. Oke deh Sob, pesona dan nuansa Hutan Bambu Penglipuran tentunya akan memberi pengalaman yang takterlupakan.

Alamat :

Jalan Panglipura / Desa Adat Penglipura, Desa Kubu, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia.

lokasinya sekitar 5 km dari sentra Kota Bangli dan jikalau dari Kota Denpasar jarak yang akan ditempuh sejauh 50 km atau setara dengan 1 jam perjalanan. Perlu diperhatikan, bahwa tidak ada sarana transfortasi umum untuk menuju lokasi wisata ini. Lebih baiknya dan lebih mudahnya memakai kendaraan langsung atau memakai kendaraan sewa.

Harga tiket masuk :

Rp 15.000 / orang arif balig cukup akal ( WNI ).
Rp 10.000 / bawah umur ( WNI ).
Rp 30.000 / orang arif balig cukup akal ( WNA ).
Rp 25.000 / bawah umur ( WNA ).
Rp 5.000 / biaya parkir kendaraan.

Baca Juga :

Wisata Desa Truyan, Bangli – Wisata Terunik di Bali

Wisata Desa Batukaang, Bangli – Wisata Bali

Obyek Wisata Terkenal di Badung

Pura Kehen di Kabupaten Bangli

Museum Pasifika, Nusa Dua – Wisata Seru



Read more

Desa Bayung Gede – Inidia Desa Kuno di Bangli


Pulau Bali mempunyai suatu desa yang sanggup dikategorikan desa kuno, nama desa tersebut ialah Desa Bayung Gede. Keunikan dan seluk beluk desa ini sanggup menciptakan Anda tercengang, dan serunya lagi Desa Bayung Gede mempunyai tardisi yang sangat menarik ditelusuri. Selain itu keberadaannya juga di ketinggian 750-900 meter diatas permukaan maritim ( mdpl ) yang menciptakan berhawa sejuk khas pegunungan.

Jika membahas perihal asal-muasalnya nama dari Desa Buyung Gede, belum didapatkan sumber gosip yang sanggup menjelaskan sejarah penamaan secara valid. Tetapi berdasarkan spesialis sejarah berjulukan “Thomas A Reuters” menyebutkan, bahwa Desa Bayung Gede merupakan suatu desa kuno di Bali. Desa ini menjadi induk dari beberapa desa-desa kuno lain di tempat Kabupaten Bangli, menyerupai halnya Desa Penglipuran, Desa Sekardadi, Desa Bonyoh dan masih banyak lainnya.

Sejarah terbentuknya Desa Buyung Gede dimulai dari pembabatan hutan lebat yang dilakukan oleh leluhur setempat. Didalam prosesnya tak gampang dan membutuhkan waktu panjang serta perjuangan yang sangat keras ( dalam bahasa bali “Bayu Gede”). Di ambil dari kata tersebut, maka desa ini dinamai dengan “Bayu Gede”.

Lama kelamaan dngan berjalannya waktu kata “Bayu Gede” bermetamorfosis Bayung Gede yang mempunyai arti sama yakni perjuangan yang sangat keras atau tenaga besar. Masyarakat setempat di Desa Bayung Gede percayai bahwa leluhur mereka bermula dari pangkal pohon atau tued kayu ( bahasa bali ).

Keturunan dari tued kayu ini dihidupkan dengan tirta kamandalu ( air suci ) yang berasal dari Pulau Jawa. Kemudian menjadi Bayu Bhatara dan Ida Bhatara Toh Langkir yang merupakan dua insan ( pria dan wanita ) yang lalu dinikahkan.

Dari sejarah itulah terbentuknya tradisi unik yang terjadi di desa ini, yakni warga yang gres menikah dihentikan memasuki tempat pekarangan. Seelain itu tidak akan dianggap sebagai warga Desa Bayung Gede sebelum membayar tumbakan (mas kawin ) yang harus diberikan kepada pihak desa yang berupa dua ekor sapi dan juga wajib menjalani Tapa Brata ( puasa ).

Pasangan pengantin juga diwajibkan melaksanakan prosesi Penyekeban yang mana tinggal di sebuah gubug kecil yang terletak di ujung desa. Didalam menguburkan ari-ari ( tali pusar ) di Desa Bayung Gede juga sangat unik & menarik. Pada umumnya tali pusar bayi dikubur didalam tanah, namun di desa kuno ini akan ditempatkan di batok kelapa dan lalu digantungkan di pohon kayu Bungkak yang berlokasi di belakang desa.

Masyarakat setempat sangat mempercayai bahwa cara tersebut sanggup melindungi banyi secara magis, yang mana terhindar dari bermacamm-macam penyakit dan gangguan gaib. Batok kelapa tersebut diberi nama, hal ini dimaksutkan semoga gampang untuk mengetahui pemilik batok tersebut. Penguburan dengan cara ini juga tidak sembarangan hlo, yaitu harus dilakukan pada pagi ataupun sore hari dan tidak boleh ketika matahari terbit.

Selain itu masih ada keunikan-keunikan lainnya, menyerupai mengasingkan bagi kaum adam yang melaksanakan poligami, penguburan jenazah yang bebeda ketika pria akan di hadapkan ke bawah sedangkan jenazah wanita akan dihadapkan ke atas, dan Desa Buyung Gede ialah sebuah desa untuk anak bungsu ( apabila anak pria bungsu menikah maka anak yang tertua harus meninggalkan rumah ).

Bangunan rumah di Desa Bayung Gede mempunyai ciri khas yang mana berasitektur kuno. Tiang rumah berbahan kayu dan atap yang dipakai ialah khas sirap bambu. Bangunan model tersebut masih ada dan masih di pertahankan sampai ketika ini. Arsitektur tersebut merupakan cara tradisional bangunan kuno yang tahan terhadap gempa.

Oh iya alasannya ialah Desa Buyung Gede berstatus sebagai desa kuno, maka kelestarian alamnya sangat dijaga oleh penduduknya. Kebanyakan dari warga desa menggantungkan hidupnya dengan bekerja sebagai petani. Komoditas pertanian yang berkembang di Bayung Gede tidak berbeda jauh dengan desa-desa lainnya di tempat Kecamatan Kintamani.

Adapun tanaman yang ditaman oleh mereka ialah jeruk, kopi, beraneka jenis sayuran, jagung serta padi gaga ( beras merah ).

Nah klarifikasi diatas ialah sedikit gosip yang saya harapkan sanggup memberi setidaknya sedikit penegrtian kepada pembaca. Khusus dari penulis mengucapkan selamat berlibur & semoga pengalaman liburanmu menyenagkan.

Alamat :

Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia.

Baca juga :

Wisata Desa Panglipuran, Bangli – Tempat Piknik Menarik

Wisata Desa Batukaang, Bangli – Wisata Bali

Obyek Wisata Seru Di Badung – Mempesonanya Wisata Bali

Wisata Desa Truyan, Bangli – Wisata Terunik di Bali



Read more

Lembah Pantunan Bangli


Hay sobat blogger, apakah anda lagi mencari isu tempat-tempat wisata yang akan dijadikan lokasi piknik ? Tentunya sebelum mengunjungi obyek wisata tertentu, alangkah baiknya terlebih dahulu mengetahui apa saja yang tersaji didalamnya. Selain itu, akan sedikit memberi bekal yang akan dipersiapkan. Yuk kita bahas obyek wisata Lembah Pantuann Bangli. 

Saat mengagendakan liburan di Pulau Bali, niscaya pembaca tak absurd dengan obyek wisata pantai yang sudah menjadi identiknya. Namun berada di Kabupaten Bangli yang merupakan daerah pegunungan, rasanya mencari obyek wisata pantai tidak ada dikawasnnya. Nah, untuk mensiasatinya anda sanggup melaksanakan kegiatan piknik di Lembah Pantunan Bangli.

Kelebihan Lembah Pantunan Bangli ialah mempunyai hamparan sawah indah dan mempesona yang lokasinya tepat berada didasar bukit kecil. Keindahnnya tidak sanggup dipungkiri, alasannya ialah keadaan alam nan eksotik inilah pemerintah setempat lebih memaksimalakan pariwisata di Kabupaten Bangli. Berada dikawasan Lembah Pantunan Bangli keadaan alamnya masih sangat alami dan sejuk, walaupun begitu para wisatawan yang berkunjung sanggup dikategorikan masih sepi.

Bagi wisatawan yang menginginkan suasana tenang, disinilah tempat wisata yang cocok untuk kalian. Karena kenyamanan yang akan diperoleh, niscaya akan betah berlama-lama dengan menjelajah pedesaan yang jauh dari polusi udara dan kebisingan kota. Sebelumnya dibenak para pembaca bertanya-tanya dengan nama obyek wisata ini yakni apasih “Lembah Pantunan” itu ?

Kata Lembah Pantunan yang dipakai sebagai nama obyek wisata tersebut di ambil dari kata lembah yang berarti suatu persawahan yang mana berlokasi dilembah yang berlatar belakang bukit di sisinya dengan hasil persawahan berupa pantunan atau tanaman padi ( beras ). Saat berada disini, kalian akan melihat pemandangan yang sempurna, menyerupai persawahan yang berundak dengan sebutan sawah terasering.

Terlebih lagi kalau dikala berkunjung tepat pada dikala padi mulai menghijau, suasana yang akan diperoleh pastinya kan lebih mengesankan. Disaat menelusuri lembahnya, para pembaca akan mendapati beberapa buah mata air yang mempunyai fungsi berbeda, yakni :

  • Mata Air Sudamala : air suci ini difungsikan sebagai penglukatan atau pembersiahan.
  • Mata Air Bulan ( Yeh Bulan ) : yang mana di pakai untuk membersihkan diri sehabis selesai melaksanakan ritual upacara potong gigi.

  • .Mata Air Ampuhan Pangi, Surya : air ini difungsikan untuk membersihkan badan biar terhidar dari gangguan roh jahat.

Berwisata ke Lembah Pantunan Bangli bersama keluarga tentunya akan menyenangkan, berada dialam pedesaan dengan banyak sekali pesona dan panorama nan unik yang dihadirkan maka akan mendapat pengalaman yang tak gampang terlupakan. Selain itu juga, mengenalkan wacana kehidupan penduduk yang masih mengolah sawahnya secara tradisional.

Didaerah ini masih memakai tata cara irigasi tradisional khas Bali yang dinamakan subak, serta sanggup mencar ilmu proses pembibitan, pengolahan sawah hingga hingga kesannya panen raya. Dengan hidangan paronama alam yang sangat mengesankan ini, setiap hari tak jarang selalu ada wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung.

Untuk menikmati hidangan wisata yang ada, kebanyakan dari mereka berkeliling memakai sepeda sembari melihat keindahan persawahan terasering yang patut diabadikan dengan jebretan kamera. Jika belum puas, cobalah camping setidaknya satu malam saja, pastinya kalian akan mencicipi betapa damainya Lembah Pantuanan Bangli ini.

Alamat :

Desa Bang Sidem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia.

masih belum pusa berwisata di tempat ini, dibawah masih ada beberapa tempat wisata yang seru lainnya di Kabupaten Bangli, yuk baca selengkapnya :


Read more

Taman Narmada Baliraja – Wisata Seru Bangli


Sebagaimana yang banyak dikatakan bahwasannya Pulau Bali yakni surganya dunia, sebab mempunyai keindahan yang sangat mempesona. Memang Pulau Bali dari dahulu menjadi tempat wisata idaman, mulai dari wisatwa domestik hingga mancanegarapun rela pergi ke Bali hanya ingin menikmati keindahan yang ditawarkannya.

Berlibur di Bali tentunya akan mencari tempat wisata yang menyenangkan terlebih selera dengan impian kita ya sob. Oke pribadi dibahas saja, Taman Narmada Baliraja ialah sebuah taman peninggalan Kerajaan Taman Bali. Taman ini dilengkapi dengan kolam dan tempat ibadah agama hindu berupa bangunan Pura Kawitan Maha Gotra Tirta Harum Taman Baliraja.

Area taman ini dikelilingi oleh pesawahan indah dengan suasa disekitarnya yang sangat kondusif sejuk, menyenangka dan juga menyegarkan. Selain bangunan tersebut ada Pura Subak yang letaknya  berada di sebelah Barat Pura Kawitan Maha Gotro Tirta Harum Taman Baliraja. Tidak Cuma itu saja lo, adapun peninggalan lainnya yang tak kalah menarik dan berharga yakni Jempeng Raja ( WC ).

Bentuk dari Jempeng Raja ( WC ) menyerupai lembu dan juga bangunan yang disebut sebagai Bale Emas yang mana yakni tempat untuk penyimpanan kekayaan kerajaan. Oh iya, bangunan Bale Emas ini pernah direnovasi, sekitar tahun 1986 yang dilakukan oleh para warga Taman Bali sendiri. Banguanan bersejarah ini tentunya mempunyai ketertarikan unjung pengunjung.

Para wisatawan yang berkunjung dapat mengeksplor keindahannya dengan cara goes ( besepeda ) menegelilingi kawasannya ataupun wisata memancing di kolamnya. Inti dari tempat wisata ini yakni setiap wisatawan yang berkunjung ke lokasi akan dimanjakan dengan banyak sekali kemudahan sudah disediakan.

Taman Narmada Baliraja terletak di Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia. Jika anda berada di sentra Kota Bangli akan menempuh jarak sekitar 5 km dan menuju ke arah Selatan, sehabis hingga di Desa Tamanbali menuju lokasi wisata perjalannamu masih berlanjut dengan berjalan kaki melewatijalan setapak sejauh kurang lebuhnya sekitar 400 meter.

Jika pembaca belum puas dengan tempat wisata di atas, masih banyak lagi kok tempat wisata di Kabupaten Bnagli yang menarik lainnya. Dibawah ini yakni tempat wisata yang berada di Kawasan Kabupaten Bangli, nih sob infonya !!! yuk baca dan kulas informasi detailnya.

Air Terjun Kutuh, Bangli – Terjaga Kealamiannya

Pura Ulun Danu Batur – Pura nan Eksotis Di Tengah Danau

Pura Puncak Penulisan – Wisata Kintamani, Bangli








Read more

Desa Catur Kintamani – Desa Agrowisata


Bali memiliki desa wisata yang mana dapat anda jadikan sebagai alternatif ketika berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Kawasa ini populer dengan daerah pegunungan dengan ciri khas berudara sejuk dan tentunya tanahnya pun sangat subur. Jika pembaca berlibur dikawasan ini niscaya tak akan kecewa, alasannya yaitu akan dihidangkan pemandanagn alam yang begitu mempesona.

Membahas tempat wisata di Kecamatan Kintamani tak lepas dari tempat wisata Danau Batur Kintamani yang sudah trekenal itu. Namun yang akan dibahas di halaman ini bukanlah sebuah tempat wiata danau, tapi akan membaha Desa Wisata Catur Kintamai yang juga mempunyai keindahan alam yang tak mau kalah dengan obyek wisata lain disekitarnya.

Desa Catur Kintamani merupakan daerah desa agrowisata yang mana terdukung dengan potensi alam dikawasannya. Selain itu daerah ini juga berdekatan dengan daerah desa agrowisata lainnya di Kabupaten Badung bab utara yakni Desa Wisata Petang. Oke pribadi saja ya Guys, Kawasan agrowisata Desa Catur Kintamani selain memperlihatkan keindahan alam pedesaan yang sangat asri.

Desa ini juga memperlihatkan banyak sekali hasil pertanian dan perkebunan khas daerah pegunungan di Pulau Bali. Saat berada di Desa Catur, selain pembaca dapat menikmati segarnya udara, juga dapat menyaksikan areal perkebunan yang sanagt subur, ibarat halnya perkebunan kopi, jeruk serta beraneka buah-buahan lainnya.


Keseruan wisatamu akan lengkap dengan menyaksikan kesibukan acara para petani. Selain berwisata tentunya anda dapat mencar ilmu mulai dari pembibitan sampai pengolahan produk perkebunan entah pegolahan kopi mataupun jeruk. Jika ketika berwisata ke Desa Catur bertepatan pada ketika demam isu panen jeruk, kalian dapat memanen dan bahkan dapat merasakan buah jeruk yang masih fresh.

Pengalan tersebut tentunya akan berkesan, semua itu tak menutup kemungkinan untuk membawa buah jeruk untuk dijadikan oleh-oleh. Menariknya lagi ya Sob, bahwa buah jeruk dari Desa Catur sangat manis. Hal tersebut alasannya yaitu proses penanaman sampai proses pemupukan yang dilakukan oleh petani masih memakai pupuk organik.

Bagi anda pecinta kopi, tentunya produk kopi dari Desa Catur atau trekenal dengan Kopi Kintamani jangan samapi terlewatkan. Selain itu juga dapat menyaksikan pribadi para petani melaksanakan pengolahan kopi, mulai dari kopi gelondongan sampai menjadi kopi bijian yang mana produk ini akan dipasarkan ke luar negeri.

Alamat :

Desa catur, Kecamatan Kintamai, kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia.

Desa Catur bukan satu-satunya obyek wisata di Kecamatan Kintamani, kalau anda masih mencari warta wacana tempat-tempat wisata di Kecamatan Kintamani yang seru lainnya. Dibawah ini yaitu beberapa tempat wisata di daerah Kecamatan Kintamani yang dapat kau kunjungi :




Read more