Tampilkan postingan dengan label Wisata Industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Industri. Tampilkan semua postingan

Desa Catur Kintamani – Desa Agrowisata


Bali memiliki desa wisata yang mana dapat anda jadikan sebagai alternatif ketika berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Kawasa ini populer dengan daerah pegunungan dengan ciri khas berudara sejuk dan tentunya tanahnya pun sangat subur. Jika pembaca berlibur dikawasan ini niscaya tak akan kecewa, alasannya yaitu akan dihidangkan pemandanagn alam yang begitu mempesona.

Membahas tempat wisata di Kecamatan Kintamani tak lepas dari tempat wisata Danau Batur Kintamani yang sudah trekenal itu. Namun yang akan dibahas di halaman ini bukanlah sebuah tempat wiata danau, tapi akan membaha Desa Wisata Catur Kintamai yang juga mempunyai keindahan alam yang tak mau kalah dengan obyek wisata lain disekitarnya.

Desa Catur Kintamani merupakan daerah desa agrowisata yang mana terdukung dengan potensi alam dikawasannya. Selain itu daerah ini juga berdekatan dengan daerah desa agrowisata lainnya di Kabupaten Badung bab utara yakni Desa Wisata Petang. Oke pribadi saja ya Guys, Kawasan agrowisata Desa Catur Kintamani selain memperlihatkan keindahan alam pedesaan yang sangat asri.

Desa ini juga memperlihatkan banyak sekali hasil pertanian dan perkebunan khas daerah pegunungan di Pulau Bali. Saat berada di Desa Catur, selain pembaca dapat menikmati segarnya udara, juga dapat menyaksikan areal perkebunan yang sanagt subur, ibarat halnya perkebunan kopi, jeruk serta beraneka buah-buahan lainnya.


Keseruan wisatamu akan lengkap dengan menyaksikan kesibukan acara para petani. Selain berwisata tentunya anda dapat mencar ilmu mulai dari pembibitan sampai pengolahan produk perkebunan entah pegolahan kopi mataupun jeruk. Jika ketika berwisata ke Desa Catur bertepatan pada ketika demam isu panen jeruk, kalian dapat memanen dan bahkan dapat merasakan buah jeruk yang masih fresh.

Pengalan tersebut tentunya akan berkesan, semua itu tak menutup kemungkinan untuk membawa buah jeruk untuk dijadikan oleh-oleh. Menariknya lagi ya Sob, bahwa buah jeruk dari Desa Catur sangat manis. Hal tersebut alasannya yaitu proses penanaman sampai proses pemupukan yang dilakukan oleh petani masih memakai pupuk organik.

Bagi anda pecinta kopi, tentunya produk kopi dari Desa Catur atau trekenal dengan Kopi Kintamani jangan samapi terlewatkan. Selain itu juga dapat menyaksikan pribadi para petani melaksanakan pengolahan kopi, mulai dari kopi gelondongan sampai menjadi kopi bijian yang mana produk ini akan dipasarkan ke luar negeri.

Alamat :

Desa catur, Kecamatan Kintamai, kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia.

Desa Catur bukan satu-satunya obyek wisata di Kecamatan Kintamani, kalau anda masih mencari warta wacana tempat-tempat wisata di Kecamatan Kintamani yang seru lainnya. Dibawah ini yaitu beberapa tempat wisata di daerah Kecamatan Kintamani yang dapat kau kunjungi :




Read more

Agrowisata Kebun Anggur Bali - Indico Wine Bali


Kesuburan tanah di Pulau Bali memang sangat luar biasa, terbukti aneka macam produk-produk pertanian yang berkelas Internasional. Di Kabupaten Buleleng ada perkebunan anggur yang bisa menghasilkan produk anggur yang berkualitas, dengan merek Indico Wine Bali. Perkebunan anggur Indico terletak di Jalan Puputan Bali yang mana di atas daerah perbukitan Singaraja yang dikenal mempunyai suasana yang tenang, tenang dan asri.

Memang kebanyakan produksi minuman anggur terkenal dari negara-negara non-tropis, mulai dari daerah Eropa, Amerika, maupun Australia. Namun Pulau Bali sekarang bisa bersaing dengan negara-negara tersebut sebagai produsen anggur yang berkualitas. Jika ingin melihat keseruannya Kalian sanggup berwisata mengunjungi perkebunan anggur di Kabupaten Buleleng, Bali.

Oh iya, Kabupaten Buleleng ini berada di bab utara Pulau Bali dan dikawasannya juga mempunyai aneka macam tujuan wisata yang bisa Kamu kunjungi. Di daerah ini yaitu daerah pegunungan, maka dari itu tidak mempunyai obyek wisata yang menjadi identiknya wisata Bali. Nah, kalau ingin berwisata pantai dengan jarak yang lumanyan bersahabat dari kabupaten Buleleng, pembaca bisa menuju ke PantaiLovina yang terkenal akan pertunjukan lumba-lumba liarnya.

Kembali lagi ke persoalan, merek anggur Indico Bali telah mendapat reputasi di seluruh dunia untuk produk anggur putih dan merahnya. Maka tak mengherankan kalau banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung untuk belasar atau sekedar ingin liburan saja. Keberadaan kebun anggur ini tentunya bisa dibilang obyek wisata unik yang sangat langka dijumpai di daerah tropis, menyerupai di  Pulau Bali ini.

Selain bisa dijadikan Wine, buah anggur disini bisa makan eksklusif lho Guys. Bayangkan kalau kita berada di kebun anggur yang luas nan subur dengan menentukan sendiri buah yang mau kita makan. Selain pemandangan perkebunan anggur yang indah mempesona, Kalian juga bisa berfoto di lokasi ini dan akan lebih seru lagi kalau hasil fotonya di upload ke sosial media.

Jika temen-temen liburan ke Bali tak harus dan tak wajib ke pantai atau ke tempat wisata populernya, cobalah ke tempat wisata yang tersembunyi, unik dan menarik menyerupai ke Agrowisata Kebun Anggur di Kabupaten Buleleng bisa dijadikan tujuan wisatamu.

Nama Indico Wine Bali cukup terkenal di Bali, buah anggur yang dipetik pada umumnya diolah menjadi bir, whisky, cognac, serta beraneka jenis minuman beralkohol lainnya dan bisa dimakan eksklusif menyerupai yang sudah dikatakan diatas tadi. Sungguh membanggakan tentunya, lantaran anggur ini tidak hanya terkenal di Bali dan Indonesia bahkan sudah mendapat nama di seluruh dunia.

Dari sejarah yang dihimpun dari warta terpercaca, bahwa pembangunan perkebunan anggur di Kabupaten Bueleng ini dibangun pada tahun 1998 oleh Gde Sumarjaya Linggih dengan perusahaannya yang berjulukan PT Banyu Sakti. Gde Sumarjaya Linggih berkerjasama dengan spesialis penanam anggur dari Inggris ( Stephen Arthur Spinney ).

Agar sanggup memperkuat dan meningkatkan kualitas produknya yakni wine, ia membeli mesin-mesin berteknologi canggih untuk mengolah buah anggurnya. Tak cukup itu saja hlo, ia juga menjalin kerjasama dengan para petani lokal dan memperluas jaringan distribusinya. Usaha keras tersebut tak sia-sia dan akibatnya membuahkan kesuksesan yang memuaskan.

Meskipun pada awal karirnya hanya bisa menjual 2000 liter wine per tahun, sekarang ada perkembangan yang luyakan pesat dengan 8000 liter wine per tahunnya. Jenis dari produk Indico Wine Bali juga menjadi 4 jenis yakni Red Wine, White Wine, White Blush, dan Port. Distribusi produk Indico Wine Bali lebih dijual ke hotel-hotel yang mana mengatakan Indico bar.

Selain itu, produk Indico Wine Bali juga diekspor ke negara tetanggga menyerupai Singapura dan lain sebagainya, tetapi pasar utama masih tetap di Bali. Alasan diekspornya produk ini lantaran budaya indonesia pada umumnya tidak mengosumsi wine. Itulah salah satu alasannya yaitu menargetkan wisatawan mancanegara sebagai pelanggan utamanya.

Wisatawan yang khususnya wisatawan dari mancanegara saat berlibur ke Bali pastinya akan tertarik dengan minuman wine lokal khas Bali, bila dibandingkan dengan minuman wine yang berasal dari negara mereka. Jika wisatawan ingin mencoba wine bermerek Indico Wine Bali sanggup ditemui di setiap bar, restoran, ataupun pasar di Bali.

Kantor utama dari Indico Wine Bali terletak di Denpasar dan kebun anggurnya berada di Singaraja, Buleleng. Saat kalian berkunjung ke kebun anggur tersebut selain bisa memetik buah anggur secara angsung juga dipersilahkan melihat proses pembuatan Indico Wine Bali hlo Guys.

NB : alangkah serunya jikalau anda berkenan mengunjungi perkebunan anggur di Singaraja, lantaran anda akan mendapat pengalaman liburan yang lebih seru dan tentunya sungguh menyenangkan.


Yuk Guys eksplor keseruan tempat wisata di Kabupaten Buleleng lainnya, lihat dibawah ini ya :

Brahma Wihara Arama Buleleng – Tempat Ibadah Umat Buddha Terbesar di Bali




Read more

Desa Tua Tiga Wasa Buleleng – Obyek Wisata Terlengkap


Saat berlibur ke Bali tak hanya ke obyek pantainya saja yang wajib dikunjungi, kalau pembaca ingin mengetahui obyek wisata pantai lebih detail di Bali silahkan klik “Daftar Wisata Pantai Terkenal Di Bali”. Oke Guys, kembali ke pembahasan utama yakni wisata selain pantai yang dimaksut oleh penulis ialah Desa Tua Tiga Wasa yang berada di Kabupaten Buleleng.

Desa Tua Tiga Wasa yang dimaksut ini mempunyai pemandangan alam pedesaan yang masih natural dan alami, juga terdapat pemandangan maritim serta perbukitan yang sanggup dinikmati dari puncak bukit. Tiga Wasa yakni sebuah desa renta atau dekat disebut “Bali Aga” yang berlokasi di Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng.

Nama Desa Tua Tiga Wasa masih erat hubungannya dengan kedatangan Rsi Markandeya ke Bali bersama anak buahnya “Wong Aga” dari Gunumg Rawung. Menurut ceritanya, Wong Aga masih menetap di Bali sampai ketika ini dan tersebar di seluruh plosok tempat Bali. Daerah tersebut ialah Desa Tua Tiga Wasa, Desa Sida Tapa, Desa Bayung Gede, Desa Trunyan, dan masih banyak lainnya.

Arti dari kata Tiga Wasa sendiri meiliki dua versi, versi pertama berarti Tiga Kuasa atau Tiga Tempat ( Desa Munduk Taulan, Pememan dan Kayehan Sanghyang). Sedangkan versi kedua diartikan Tiga Wasa atau tiga kali pergi ( tiga kali pergi untuk membangun desa ), maksutnya ialah Desa Sanda, Desa Pangus dan Desa Tua Tiga Wasa yang merupakan sentra desa.

Jika Kita membahas apa saja tradisi yang ada didalam lingkupan Desa Tua Tiga Wasa tersebut ? Oke akan dijelaskan penulis satu-persatu biar pembaca sanggup memahami dengan mudah. Desa Tua Tiga Wasa populer dengan kerajinan anyaman yang dibentuk penduduknya. Selain itu juga mempunyai beberapa tradisi sanggup dikatakan cukup unik, ibarat halnya tradisi perayaan hari-hari keagamaan ( galungan, kuningan, Pegatwakan dan lain-lain ).

Dalam tradisi bahasa, penduduk Desa Tua Tiga Wasa menggunakan bahasa pedalaman dalam kesehariannya  yang mana bahasa kuno Wong Aga ketika masuk ke Bali ( bahasa Tiga wasa ). Bahasa tersebut dalam vokal bahasanya kebanyakan menggunakan vokal  abjad “A” ibarat bahasa Jawa dan juga Melayu kuno.

Menurut sesepuh Desa Tua Tiga Wasa, secara umum orang Bali Aga tidak mempunyai Pura Dalem, begitu juga dengan Desa Tua Tiga Wasa itu sendiri. Desa ini hanya mempunyai Pura Desa, Pura Segara dan pura Gedong Besakih. Suatu alasan tidak mempunyai pura dalem, disebabkan Karena  sudah dijadikan satu dengan Bale Agung atau Pura Desa, yang mana untuk memusnah ilmu hitam ketika menginjakkan kaki di desa tersebut.

Masyrakat Desa Tua Tiga Wasa juga masih menjalankan tradisi upacara ngulapin, namun upacara ini dilaksanakan di kamar suci maupun di tempat tidur. Istilah ngulapin juga dikenal dengan istilah Ngidih Yeh Base, yang mana dalam ritual upacaranya dipandu oleh Balian desa yang merupakan orang yang sudah lihai di bidangnya.

Desa Tua Tiga Wasa juga mempunyai tradisi khas dalam melaksanakan penguburan mayat. Cukup gila memang, lantaran desa ini tidak mengenal istilah pembakaran mayat. Penguburan mayit disebut dengan upacara ngaben, tetapi tidak di bakar melainkan di kubur yang konon menganut dogma tuhan Swambu.

Di waktu program penguburan mayatnya pun cukup unik yakni mayit tidak di taruh di dalam peti melainkan dibungkus dengan kain batik dan lalu di kubur. Tradisi penguburan mayit ibarat yang sudah dijelaskan diatas masih berlangsung sampai ketika ini dan tentunya dilaksaanakan secara turun temurun.

Pada ketika melaksanakan tradisi Galungan, Desa Tua Tiga Wasa tidak ibarat pada umumnya ibarat di desa renta lainnya. Karena di desa ini menggunakan materi dari daun baik itu daun lontar muda, daun aren muda ( ron ), daun pisang, daun sirih dan lain sebagainya. Hal inilah yang membutuhkan banyak daun sirih ketika dilaksanakannya program upakara.

Oh iya, kebanyakan dari para wisatawan yang berkunjung ke Desa Tua Tiga Wasa melaksanakan seightseeing maupun kegiatan trakking yang mana sanggup sekaligus melihat dan menikmati pemandangan alam yang begitu alami. Daya tarik lainnya yakni terletak pada produksi kerajinan anyaman bambu, mulai dari sokasi, tempat kue, lampu tidur, dompet, sangku dan sebagainya.

Saat pembaca beerkunjung atautepatnya berwisata ke Desa Tua Tiga wasa akan menemukanbanyak sekali kios ataupun toko cinderamata yang menjajakan hasil kerajinan lokal rumah tangga yang berbahan dasar bambu. Dari segi harga yang di bandrol tak begitu mahal kok, untuk harga jualnya dibandrol berkisar antara Rp. 40.000,- – Rp. 100.000,- itupun tergantung tipenya hlo.

Alamat obyek wisata nan eksotis di Bali ini berada di Desa Tiga Wasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia.

Untuk gosip tempat wisata di Kabupaten Buleleng lainnya yang tentunya tak kalah seru, anda sanggup mengKLIK link dibawah ini. Yuk tlusuri !!!

Taman Nasinal Bali Barat ( TNBB ) – Wisata Populer



Read more

Budidaya Mutiara Singaraja – Wisata Bali Yang Seru


Di Pulau Bali ada obyek wisatayang seru nih Sob, selain berwisata dengan keseruan yang tak terhingga anda bisa sekaligus berguru hlo. Yuk kita menuju ke Kabupaten Buleleng yang tepatnya di Desa Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak ada pusat pembudidaya mutiara. Yupss Budidaya Mutiara disini berkatagori budidaya lokal.

Sektor kelautan dan peraiaran di kawasann Singaraja mempunyai potensi yang menjanjikan untuk dijadikan sebagai objek wisata. Oh iya, disamping potensi keindahan alam bawah lautnya, Singaraja bab barat juga mempunyai sebuah potensi wisata sekaligus industri yang cukup menjanjikan yaitu pengembangan atau budidaya mutiara.

Mutiara sendiri yaitu salah satu embel-embel yang semenjak dulu dijadikan sebagai simbol kealamian dan kesucian. Hal ini dikarenakan bentuknya yang menawan serta indah berkilau, tentunya tak mengherankan jikalau mutiara tak sedikin yang menggandrungi sebagai jendela bisnis. Harga mutiara disinipun tergantung kualitas yang dijual dengan standar dolar, jikalau dirupiahkan berkisar antara Rp. 250.000 - Rp. 25.000.000.

Para wisatawan yang berkunjung di pusat budidaya mutiara akan disuguhkan suatu pengalaman yang unik dan menarik, dimana akan bisa melihat secara eksklusif proses pengolahan mutiara dari yang masih di dalam kerang hingga yang sudah jadi. Dalam prosesnya dimulai dari tahap menyiapkan induk mutiara ( jenis Pindata maxima ), lalu dilanjutkan ke tahap sporing ( pengawinan ).

Setelah bibit mutiara berumur 25-30 hari dipelihara di tempat khusus ( belum di maritim lepas). Ketika dirasa usianya cukup bisa hidup dilaut, mutiar-mutiara tersebut akan dipindahkan ke maritim biar sanggup melekat di kolektor berupa tali ( media buatan ). Jikalau mutiara sudah berumur 60 hari, mutiara disortir biar mendapat hasil yang maksimal.
Walaupun begitu tingkat keberhasilannya hanya 3% saja hlo Guys dan yang gagal akan dikembalikan ke alam. Oke dilanjut mutiara yang berhasil akan dilanjutkan dengan pemeliharaan selama 32 bulan atau sekitar 2,5 tahun. Dalam prosesnya tidak bisa dibilang gampang, selain memerlukan waktu yang cukup lama, dalam pemeliharaannya pun tak lepas dari gangguan hama dan perubahan cuaca.

Jenis hama yang menyerang mutiara ini biasanya ikan buntal, penyu, kepiting dan lain-lain. Yang paling beresiko ialah disaat perubahan cuaca ekstrim, menyerupai ekspresi dominan panas ke ekspresi dominan hirau taacuh atau dari ekspresi dominan hirau taacuh ke ekspresi dominan panas. Namun terlepas dari itu semua, berkunjung ke Desa Penyabangan pastinya akan mendapat suatu pengalaman yang tak terlupakan khususnya bagi anda yang gemar dengan wisata pengetahuan.

Budidaya Mutiara ini merupakan public company yang mendapat saham terbesar dari Australia. Pada mulanya budidaya mutiara terletak di Raja Ampat ( Provinsi Papua ), lambat laun berjalannya di tahun 2002 memulai perjuangan di Desa Penyabangan. Hasil atau kualitas mutiara mempunyai standar yang tinggi dengan lebel ATLAS.

Yuk Guys berwisata di Budidaya Mutiara yang tepatnya berada di Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia. Jika pembaca ingin mengeksplor tempat-tempat wisata di Kabupaten Buleleng yang tak kalah unik dan menarik, dibawah ini ada beberapa tempat wisata yang bisa anda kunjungi :



Read more

Pariwisata di Kabupaten Buleleng Terlengkap – Wisata Bali


Dari sebagian sesar pembaca pastinya sudah tahu bahwa Kabupaten Buleleng merupakan sebuah kabupaten yang berada di daerah Provinsi Bali, Indonesia yang Ibu kotanya yakni Singaraja. Sebelah utara kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah barat dengan Kabupaten Jembrana, sebelah timur dengan Kabupaten Karangasemdi dan Kabupaten Bangli, dan di sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten Tabanan serta Kabupaten Badung.

Sementara panjang ruas bibir pantai di Kabupaten Buleleng sekitar 144 km, yang mana 19 km-nya melewati Kecamatan Tejakula. Nah, kalau anda kini berada di kawasannya tak salah untuk mengekslor banyak sekali pariwisata yang ditawarkannya dengan segala keunikan dan keseruan dimasing-masingnya hlo Guys.

Atau anda lagi merencanakan unuk melaksanakan acara berliburdi Kabupaten Buleleng ? Tenang saja, dihalaman ini tentunya sangat pas dengan yang anda harapkan. Tanya Kenapa ? alasannya yakni dihalaman ini anda dapat mendapat informasi obyek wisata yang dapat dijadikan perbekalan sewaktu melaksanakan liburan.

Tentunya sebelum lerrlibur alangkah baiknya mengetahui seluk beluk dari pada tempat yang akan dikunjungi kan? Oke pribadi saja membahas obyek wisata di kabupaten Buleleng, yuk Guys telusuri ulasan lengkapnya dibawah ini :


Daftar informasi obyek wisata di atas diperlukan dapat memepermudah dikala anda berwisata ke kabupaten Buleleng. Oh iya Guys, di bawah ini masih ada tempat-tempat wisata di Bali yang tak kalah menarik untuk di eksplor hlo, yuk baca dan kulas semua informasinya di bawah ini :

13 Pantai Indah Di Pulau Bali Yang Disukai Wisatawan Indonesia



Read more

Desa Celuk - Wisata Belanja Kerajinan Perak


Sudahkan anda merencanakan liburan di Bali ? Mengeksplor pariwisata di Kabupaten Gianyar memang seru dan mengasyikkan ya Sob. Apalagi piknik sambil menambah wawasanyang ditawarkan tentunya akan memberi kesan yang sukar dilupakan. Desa Celuk ialah desa wisata yang mengatakan keindahan berupa kerajinan tangan yang ddihasilkannya.

Meskipun dikerjakan secara manual atau dengan kelihaian tangan, hasil yang didapatkan tak kalah eloknya jikalau dibandingkan dengan hasil kerajinan memakai alat modern. Karena sudah menjadi desa wisata, tiap hari selalu ada wisatawan yang berkunjung malah tak sedikit pula yang berminat dan mencari informasi yang ada di dalam obyek wisata kali ini.

Selain anda sanggup melihat secara pribadi bagaimana cara proses pembuatannya, pengunjungnya juga sanggup membeli aneka jenis kerajinan yang terbuat dari perak tersebut di artshop milik para seniman. Dari artshop-artshop tersebut yang memajang dan menjual barang-barang hasil kerajinan perak beraneka ragam, mulai dari perhiasan, peralatan dapur, aksesoris, sampai pajangan.

Khusus untuk kerajinan perak yang berupa pajangan ini sangat menarik hati untuk dimiliki hlo Sob, diantaranya ialah keris, kipas, miniatur delman, becak, motor, mobil, perahu, dan lain sebagainya. Pada umumnya barang kerajinan tersebut dipajang di dalam rak-rak beling ( etalase ) dan diberi label harga yang tertulis dikertas.

Walaupun ada label harganaya, setiap calon pembeli diperkenankan untuk menawar dan tak jarang pula sanggup mendapat harga separuh dari harga yang tertera. Oh iya Guys, label harga tersebut ditulis dengan satuan dollar. Hal ini ditujukan untuk memudahkan patokan harga barang bagi wisatawan asing.

Di setiap artshop, barang-barang disusun dan dipisahkan menurut jenisnya menyerupai pola kerajinan perhiasan, perlengkapan dapur, hiasan atau pajangan. Untuk harga yang ditawarkan tentunya bervariasi tergantung dari jenis, model, dan besar kecilnya barang tersebut. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 30.000 sampai Rp. 10 juta itupun kerajinan berupa hiasan maupun pajangan yang bentuknya besar.

Ditanya soal kualitas ? kerajinan yang dihasilkan oleh warga Desa Celuk tak diragukan lagi, alasannya sudah terbukti sanggup menembus pasar internasional.  Desa Wisata Celuk berada di daerah Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Lokasinyapun terbilang strategis yakni terletak di jalur wisata Batubulan - Sukawati - Ubud - Kintamani.

Oke Guys, selamat berwisata & enjoy !!!


Yuk trusuri lagi obyek wisata Gianyar lainnya di bawah ini :

Desa Kendran Gianyar – Desa Wisata Bali



Read more

Desa Batu Bulan Gianyar ( Batu Bulan Village ) – Wisata Bali Seru


Pulau Bali menjadi tujuan utama wisata terutama di Kabupaten Gianyar yang mempunyai data tarik seni unik dan menarik untuk dieksplor. Bagi para travelers yang meyukai perihal kesenian, maka berwisata ke Desa Batu Bulan bisa menjadi pilihan liburan yang tepat. Desa ini yaitu pusatnya kesenian patung dan gesekan berbahan dasar batu.

Sesuai dengan namanya dengan kata “Batu Bulan”, desa ini banyak terdapat art shop yang memajang dan menjual beraneka ragam kesenian patung batu. Keseniannya sugguh memukau hlo Guys, mulai dari Patung Budha, Ganesha, para yang kuasa dan dewi, para pahlawan, sampai ada juga banyak sekali kesenian patung yang berkategori modern.

Luas tempat Desa Batu Bulan sekitar 6.422 km2 bisa dikatakan desa yang unik di Bali, yang menjadi alasannya tak lain yaitu hampir kesemua dari penduduknya mempunyai keahlian menciptakan patung dan ukiran. Kemampuan ini merupakan wariskan turun temurun dari nenek moyang merekan dan masih lestari serta bertambah maju sampai sekarang.

Oh iya, alasannya yaitu  Desa Batu Bulan yaitu sebuah wilayah administratif, maka desa ini terbagi menjadi tiga desa adat, diantaranya ialah Desa Adat Tegaltamu, Desa Adat Jero Kuta, dan Desa Adat Dlod Tukat. Masing-masing dari desa moral tersebut masih dibagi lagi menjadi beberapa banjar atau lebih gampang pemahamannya yakni satuan moral yang berfungsi untuk mengelola pertanian.

Selain mempunyai keahlian dibidang pertanian, banjar yang disebutkan tersebut juga mempunyai kelebihan perihal menyajikan seni pertunjukan yang sangat diminati oleh wisatawan yang berkunjung, yakni Banjar Denjalan ( Desa Adat Jero Kuta ) dan Banjar Tegehe ( Desa Adat Dlod Tukat ) dengan mempertunjukkan Tari Kecak, Tari Barong, maupun Tari Legong.

Dari banyaknya wisatawan yang pernah berkunjung, sebagian besar dari mereka mengasosiasikan Desa Batu Bulan sebagai daerah yang memproduksi benda-benda seni patung berbahan baku batu. Pernyataan ini ternyata salah besar hlo, alasannya yaitu selain menciptakan patung dari kerikil masyarakat Desa Batu Bulan juga menciptakan ukir-ukiran dari kayu, kerajinan-kerajinan dari bambu serta seni batik.

Hasil kerajinannya tak hanya dijual di tempat saja, melainkan masyarakat Desa Batu Bulan mengekspor barang buatannya sampai ke mancanegara sebagai hiasan perhiasan taman, kantor, maupun hotel. Sementara tempat untuk menyelenggarakan pertunjukan kesenian untuk disajikan wisatawan berada di Banjar Dejalan, Pura Puseh, Jalan Tahak SMKI ( Sekolah Menengah Karawitan Indonesia ), dan di Banjar Tagehe.

Jadwal penyelenggaraan bisa diadakan setiap hari  dan jelasnya yaitu sebagai berikut :
Tari Barong mulai pukul O9.30 WITA.
Tari Kecak mulai pukul 18.30 WITA.
Tari Legong  mulai pukul 09.30 WITA.

Pembaca juga bisa melihat proses berguru kesemua kesenian yang berada di desa ini, yakni di sekolah kejuruan di bidang kesenian, contohnya Sekolah Menengah Seni Rupa ( SMSR ), Sekolah Menengah Industri Kerajinan ( SMIK ), serta Sekolah Menengah Karawitan Indonesia ( SMKI ). Untuk memasuki desa wisata ini pengunjung tidak dipungut biaya sedkitpun. Tiket akan berlaku jikalau pengunjung melihat pertunjukan kesenian, menyerupai Tari Kecak, Tari Barong atau  Tari Kecak.

Desa wisata nan eksotis unik, menarik dan sangat sayang untuk di lewatkan ini berada di Desa Batu Bulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali, Indonesia.

Selamat liburan !!!


Yuk lihat juga obyek wisata lainnya di Kabupaten Gianyar lainnya dibawah ini :

Desa Celuk - Wisata Belanja Kerajinan Perak



Read more